Laman

29 Agustus 2026

Indonesia di Muzium Negara Malaysia

Dari sejumlah negara yang mana belum banyak-banyak amat yang telah saya jelajahi, Malaysia tetap yang paling menarik perhatian untuk saya gali, nah kali ini saya coba rangkum hal-hal Indonesia apa yang ada di Muzium Negara Malaysia, Kuala Lumpur.

Tapi.... tapi.... tapi.... sebelum kita bahas itu museum saya mau sebutkan alasan-alasan kenapa sedikit banyak saya agak-agak tertarik dengan Malaysia dibanding negeri-negeri asing lainnya.
  1. Pengaruh film Warkop yang berjudul "Jodoh Boleh Diatur" yang saya tonton di dekade 90an, produksinya bekerja sama antara Indonesia dan Malaysia.
  2. Taksi Citra, kembali ke dekade 90an di Jakarta, perusahaan taksi Citra menggunakan armada Proton Saga (Iswara?) Yang konon timbal baliknya adalah Malaysia gunakan pesawat CN-235 buatan Indonesia. Mobil ini menarik bagi saya karena bentuk tutupan roda belakangnya (mirip Chevrolet Caprice), setiap ke Malaysia saya punya "ritual" memotret Proton jenis ini.
  3. Lagu-lagu populer Malaysia, ya timbal balik juga lah banyak lagu Indonesia yang kesohor juga di sana.
  4. Satu dua animasi Malaysia, lagi-lagi ini timbal balik juga karena banyak film Indonesia yang populer juga di Malaysia, macam AADC yang bahkan "Cinta dan Rangga" muncul di syair lagu "Dua Dunia" milik Too Phat dan Siti Nurhaliza.
Oke... oke.... oke.... kembali ke pembahasan soal museum nasionalnya Malaysia, dari berbagai segi banyak kemiripan dengan Museum Nasional di Jakarta, mulai dari aksesnya yang di tengah kota dan sama-sama bisa diakses dengan moda transportasi "unggulan" masing-masing kota, walaupun secara subjektif saya lebih suka dengan Museum Nasional di Indonesia. 

Kunjungan saya ke Muzium Negara Malaysia memang sengaja untuk kepo-kepo mengenai Indonesia yang mungkin saja ada di sana, dan ini lah beberapa hal yang saya dapati:

Miniatur Borobudur

Model relief Borobudur

Keris Jawa yang disertai keterangan Jawa Tengah

Miniatur bahtera Majapahit

Penjelasan singkat tentang konfrontasi dari sudut pandang Malaysia


28 Agustus 2026

15 Tahun Bersama BII (Maybank)

 Di Indonesia ini ada satu bank yang "nempel di kepala" saya karena faktor nostalgia yaitu BII (sekarang Maybank), kenapa nostalgia? Karena di dekade 90an mereka (BII) pernah pasang iklan "BII Superpundi" di badan armada bus patas AC milik Steady Safe. Armada-armadanya kerap kali saya lihat di sekitaran terminal Grogol hingga Blok M. Dan lagi, pada zaman itu saya lumayan sering juga lewat depan BII cabang Kebon Jeruk Plaza di Jakarta Barat, makin-makinlah menempel itu merek perbankan di ingatan.

Oleh karena faktor-faktor itu saya si yang gila-gila nostalgia ini di tahun 2011 memilih BII Maybank menjadi bank pertama yang saya di luar bank tempat menerima gaji (BNI)


Gambaran kartu ATM yang saat ini saya pakai



Saya menjadi nasabah BII sejak logonya masih yang versi ini, sejak saat itu hingga sekarang (2026) logonya telah 2 kali berganti

28 Maret 2026

Pesawat N250

 N250, pesawat terbang yang dibidani oleh BJ Habibie pada tahun 1995 yang kala itu merupakan menristek yang kelak di tahun 1998 akan menjadi Presiden Republik Indonesia.

Sayang seribu sayang di tahun 1998 proyek N250 harus dihentikan karena krisis ekonomi yang menghantam Indonesia dengan dahsyatnya.

Saat ini (2026) masyarakat sipil dapat dengan mudah melihat "monumen" kejayaan teknologi Indonesia ini di Museum Dirgantara di Yogyakarta. Ya N250 adalah pesawat nasional Indonesia.